Proses Manajemen Pemasaran
Pengambilan Keputusan dalam
Perusahaan
Menejer pemasaran sering menghadapi masalah kurangnya
informasi untuk mengambil sebuah keputusan sehingga harus menerapkan proses penyelesaian
masalah yang sistematis. Keputusan secara sistematis diambil oleh menejer
pemasaran akan selalu berada dalam suatu lingkungan yang kompleks dan penuh
dengan ketidak pastian terutama menyangkut masalah penetapan harga, produk,
distribusi, dan promosi. Semua itu tidak terlepas dari pengaruh faktor – faktor
ekstern seperti, demografi, kondisi perekonomian, kebudayaan, persaingan, dan
sebagainya. Keputusan yang rasional menghendaki adanya proses keputusan yang
selaras dan logis.
Metode
tradisional dapat membantu sebagai pendekatannya, yang terdiri dari :
- Mengidentifikasi masalah
- Merumuskan berbagai alternatif
- Menganalisa alternatif
- Mengusulkan suatu penyelesaian dan menyarankan suatu rencana tindakan
Pengambilan Keputusan yang Efektif
dengan Menggunakan Marketing Mix
Pengambilan
keputusan hampir selalu berkaitan dengan variable – variable marketing mix.
Yang utama dari marketing mix adalah pasar, karena pasar merupakan pusat
perhatian untuk semua keputusan yang menyangkut marketing mix maka pasar
dipakai sebagai dasar untuk menentukan macam produk, alternatif harga, promosi
dan distribusi dan dapat dikatakan bahwa produk dapat memberikan akibat penting
terhadap keputusan. Juga efektivitas keputusan – keputusan marketing mix,
dibandingkan dengan perusahaan saingan, dapat meningkatkan volume penjualan.
Karena, pada umumnya semakin besar usaha – usaha yang dikeluarkan dalam
marketing mix, akan semakin besar pula penjualannya.
Efektivitas
marketing mix dapat dipakai sebagai syarat penting untuk menguasai pasar. Tapi
pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk marketing mixnya bukanlah satu
syarat mutlak yang harus dipertimbangkan untuk menghasilkan volume penjualan,
tetapi faktor efektivitas pengeluaran yang menyangkut seberapa jauh efektivitas
pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan terhadap volume penjualannya. Jadi
perusahaan yang memiliki tingkat efektivitas lebih tinggi akan mendapatkan
hasil volume penjualan total dalam persentase lebih besar, maka manajemen harus
berusaha memanfaatkan sumber produknya seefektif mungkin disamping tingkat
pengeluarannya.
Biasanya
marketing mix yang dipakai untuk barang konsumsi berbeda dengan marketing mix
yang dipakai untuk industri. Demikian juga marketing mix untuk jasa juga sangat
berbeda dengan marketing mix untuk barang. Kegiatan promosi misalnya, sedangkan
barang industri lebih menekan pada personal selling daripada barang konsumsi,
sedangkan barang konsumsi lebih banyak menitikberatkan pada perkiraan.
Model Pengambilan Keputusan
Ada beberapa
faktor yang harus dipertimbangkan untuk mengambil keputusan secara efektif
tentang produk. Faktor tersebut adalah :
- Analisa pasar, memberikan kemungkinan pada menejer untuk mengidentifikasikan kebutuhan dan keinginan para pembeli. Juga dapat menunjukkan sampai seberapa jauh penawaran yang ada bisa memberikan kepuasan pada mereka. Jadi analisa pasar membuka kesempatan untuk memperkenalkan produk baru yang menguntungkan ataupun untuk mengubah, memperbaikki, dan melengkapi produk yang ada.
- Memonitor Lingkungan, perusahaan harus berusaha memanfaatkan secara penuh kesempatan yang ada dengan sumber – sumber yang terbatas dan dipengaruhi oleh faktor – faktor lingkungan ekstern, seperti : demografi, kondisi perekonomian, sosial dan kebudayaan, politik dan hukum, teknologi dan persaingan.
- Menentukan tujuan produk, tujuan produk dikaitkan dengan masalah pengembangan investasi, laba dan market share atau volume penjualan.
- Menentukan Marketing Mix, manajemen dihadapkan pada tiga masalah yang harus dipertimbangkan, yaitu :
- Variabel –
variabel marketing mix manakah yang harus dikembangkan untuk setiap produk yang
ditawarkan ?
- Dari
variabel marketing mix yang dipilih, macam variabel manakah yang tepat untuk
diambil ?
- Pertimbangan
yang ketiga adalah mengembangkan usaha pemasaran keseluruhan untuk produk
tersebut ?
a. Penerapan
keputusan – keputusan marketing mix, keputusan ini dapat dilaksanakan dengan
menentukan :
- tugas apa yang harus dilaksanakan ?
- siapakah yang melaksanakan tugas tersebut ?
- mengapa tugas tersebut dilaksanakan ?
- bagaimana tugas tersebut dilaksanakan ?
- kapan tugas tersebut dilaksanakan ?
- dimana tugas tersebut dilaksanakan ?
b. Mengadakan
prosedur pengawasan, ada lima tahap system pengawasan, yaitu :
- memilih krietria pengawasan untuk menilai keberhasilan atau kegagalan produk tertentu.
- pengukuran kriteria, harus dapat diukur dalam berbagai macam situasi secara rasional.
- penentuan standard kerja dan jangka waktu pencapaiannya, missal ditentukan standard kerja untuk produk X market sharenya 20 % untuk bulan Januari.
- memonitor kejadian, apakah standard yang telah ditentukan dapat dicapai. Cara yang dapat dipakai dengan observasi langsung atau menganalisa data konsumen.
- membandingkan hasil dengan standard, kalau hasil yang dicapai telah memenuhi standardnya, berarti baik. Tetapi jika hasil yang dicapai tidak memenuhi standard, maka perlu dianalisa lebih lanjut mengapa tujuan tersebut tidak tercapai, mungkin disebabkan karena penetapan standardnya keliru. Oleh karena itu perlu dianalisa kembali dari awal.
Tugas-Tugas Manajemen Pemasaran
Tugas manajer
adalah sebagai berikut :
- bagaimana proses manajemen dijalankan untuk mengubah sumber – sumber ekonomi menjadi produk yang dapat memenuhi kebutuhan manusia dan kebutuhan pasar
- mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen
- menguji berlakunya konsep produk
- membuat design produk
- mengembangkan pembukuan dan merk
- menetapkan harga
- mengatur distribusi
- menciptakan komunikasi pemasaran
- memeriksa penjualan
- memperhatikan kepuasan konsumen
- memperbaiki dan mengembangkan rencana pemasaran
Tugas –
tugas manajer pemasaran disebut juga sebagai proses pemasaran strategis. Proses
strategis adalah suatu proses manajemen yang menganalisa kesempatan pasar dan
memilih posisi, program dan mengendalikan pemasaran yang menciptakan dan
mendukung bisnis – bisnis yang aktif untuk mencapai tujuan serta sasaran
perusahaan, yaitu :
1. analisa kesempatan pasar
2. perencanaan :
- tujuan perusahaan
- strategi pemasaran
- rencana pemasaran
3. pengawasan :
- pelaksanaan kegiatan pemasaran
- pengukuran kriteria
Selain tugas
– tugas tersebut, manajer pemasaran juga harus mengadakan penyesuaian terhadap
permintaan pasarnya. Ini dilakukan agar dapat membantu perusahaan dalam rangka
mencapai tujuannya. Adapun macam – macam keadaan permintaan, tugas pemasaran
dan nama resminya adalah sbb :
1. Permintaan Negatif (negatif
demand)
Adalah
keadaan sebagian terbesar dari segmen pasar potensial yang penting tidak
menyukai produk atau jasa yang ditawarkan, bahkan mereka bersedia membayar
untuk menghindarinya. Tugas Pemasarannya adalah positif permintaan dan nama
resminya adalah conversional marketing.
2. Tidak ada permintaan (no demand)
Berarti
orang tidak berminat sama sekali terhadap penawaran suatu produk atau jasa.
Penawaran yang ada dalam keadaan tidak ada permintaan dapat digolongkan menjadi
3, yaitu :
- barangnya sudah dikenal tetapi dianggap tidak mempunyai nilai, misal barang – barang bekas.
- barangnya sudah dikenal dan dianggap bernilai, tetapi tidak mempunyai nilai untuk pasar tertentu, missal penawaran perahu di daerah pegunungan.
- barangnya baru ditemukan dan menghadapi keadaan tidak ada permintaan Karena pasarnya tidak mengetahui tentang adanya barang – barang tersebut, missal barang – barang perhiasan.
Tugas
manajer pemasaran pada keadaan permintaan ini adalah menciptakan permintaan
atau “stimulation marketing” adalah sebagai berikut :
- mencoba menghubungkan produk atau jasa dengan kebutuhan yang ada di pasar. Misal, barang bekas dapat dibuat barang seni.
- mencoba mengubah lingkungan sedemikian rupa agar barang – barang yang ditawarkan menjadi bernilai, misal membuat danau rekreasi untuk menciptakan permintaan terhadap perahu.
- menyebar informasi tentang suatu barang yang baru ditemukan kepasar agar diketahui bahwa barang tersebut ada dan orang tertarik untuk membeli.
3. Permintaan terpendam (latent demand)
Adalah jika
sebagian besar orang – orang mempunyai kebutuhan yang kuat akan sesuatu yang
tidak ada dalam bentuk barang atau jasa yang nyata. Dalam keadaan permintaan
seperti ini maka manajer pemasaran mempunyai tugas untuk mengembangkan
permintaan atau disebut “development marketing’
4. Permintaan menurun (falling demand)
Adalah suatu
keadaan di mana permintaan untuk suatu produk atau jasa semakin berkurang dari
tingkat sebelumnya, dan diperkirakan akan menurun terus dan jika tidak
memperbaiki pasar yang dituju atau usaha – usaha pemasaran. Tugas pemasarannya
adalah “remarketing”.
5. Permintaan tidak teratur (irregular
demand)
Perusahaan
dapat mengalami masa – masa penuh dan masa – masa sepi atau permintaan tidak
teratur, yaitu suatu keadaan dimana pola pemintaan pada saat – saat
tertentu dipengaruhi oleh fluktuasi musim atau hal –hal lain. Tugas manajemen
marketing adalah menyelaraskan permintaan atau “syncromarketing”, yaitu dengan
menyesuaikan permintaan dan penawaran dengan mengubah pola permintaan misal
dengan memberikan harga yang murah pada masa – masa sepi atau mengenakan harga
yang tinggi pada masa – masa ramai.
6. Permintaan penuh (full demand)
Adalah suatu
keadaan di mana tingkat dan saat permintaan yang sekarang sama dengan tingkat
dan saat permintaan yang diharapkan. Permintaan pasar dipengaruhi oleh kekuatan
– kekuatan yang bersifat menekan, seperti perubahan kebutuhan dan selera di
pasar, persaingan yang aktif. Biasanya para pesaing akan muncul bilamana suatu
produk mengalami permintaan penuh. Tugas manajer permasaran adalah “maintenance
marketing”, yaitu dengan mempertahankan harga jual, mengendalikan biaya, tetap
mengadakan promosi.
7. Permintaan yang berlebihan (overfull
demand)
Adalah suatu
keadaan dimana permintaan lebih besar dari pada penawarannnya. Perusahaan
merasa tidak mampu untuk memenuhi permintaan yang lebih besar. Dalam hal ini
tugas manajer pemasaran adalah mengurangi permintaan atau disebut
“demarketing”, yaitu dengan menaikkan harga, mengurangi kegiatan promosi.
8. Permintaan tidak sehat (unwholesome
demand)
Adalah
permintaan beberapa jenis produk yang dapat dinilai tidak baik dari segi
kesejahteraan konsumen, kemakmuran masyarakat atau penyedia, seperti permintaan
rokok, obat – obatan terlarang atau ganjadll. Dalam hal ini manajer pemasaran
mempunyai tugas untuk merusak atau meniadakan permintaan atau disebut “countermarketing”.
Analisa Kesempatan Pasar
Kesempatan
pasar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
- Kesempatan lingkungan, adalah bilamana masih terdapat kebutuhan yang belum terpenuhi.
- Kesempatan perusahaan, adalah kesempatan yang dapat dinikmati oleh suatu perusahaan yang memiliki keunggulan – keunggulan dari para pesaing, kesempatan tersebut tidak dapat dipisahkan dari perusahaan. Jadi apabila kesempatan perusahaan sesuai dengan kesempatan lingkungan maka dapat diharapkan perusahaan dapat berhasil.
Perencanaan Pasar
Perencanaan
dapat mencakup suatu periode waktu panjang atau pendek. Ada tiga macam konsep
perencanaan, yaitu :
- perencanaan perusahaan secara keseluruhan
- perencanaan pemasaran
- perencanaan pemasaran tahunan
Tujuan dan
strategi jangka panjang ini menjadi suatu kerangka untuk mengembangkan rencana
– rencana yang mencakup di dalamnya, seperti masalah keuangan, produksi,
kebutuhan tenaga kerja, riset dan pengembangan, penentuan sasaran pasar dan
program pemasaran. Pertimbangan pemasaran lebih cenderung mempengaruhi
kebijakan perusahaan baik jangka panjang atau jangka pendek, oleh karena itu
perencanaan pemasaran sering dijadikan satu dengan perencanaan perusahaan.
Perencanaan
pemasaran mencakup pengembangan program jangka panjang untuk masalah – masalah
yang luas dalam marketing mix. Perencanaan pada masing – masing variabel harus
dikoordinasikan dan ditangani dengan baik, sebab setiap variabel marketing mix
tersebut selalu mengadakan interaksi dengan variabel yang lainnya.
Proses Perencanaan
Tahap –
tahap dalam proses perencanaan, yaitu :
- menganalisa situasi, membuat suatu analisa yang teliti tentang situasi perusahaan seperti pasarnya, pesaingnya, produknya, saluran distribusinya dan program promosinya.
- Menentukan tujuan
- Memilih strategi dan taktik
- Menilai hasil operasinya
Ada beberapa
pertimbangan dalam menetapkan tujuan perusahaan, yaitu :
- adanya pertentangan antara kesempatan lingkungan dengan kesempatan perusahaan
- adanya kemungkinan keterbatasan sumber – sumber yang dimiliki oleh perusahaan untuk memenuhi semua kesempatan setiap kesempatan yang ada tidak selalu mempunyai data tarik yang sama
Tujuan
perusahaan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
- Tujuan umum, menetapkan tujuan untuk mencari laba.
- Tujuan khusus, tujuan yang diperlukan sebagai pegangan dalam melaksanakan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan pasar, seperti : meningkatkan kualitas produk, memeperluas pasar, mendapatkan laba untuk jangka pendek. Adapun kegunaan dari tujuan khusus adalah :
- untuk menentukan peranan setiap individu dalam organisasi
- untuk mempertahankan adanya keseimbangan dalam pengambilan keputusan dari beberapa manajer
- untuk dipakai sebagai dasar dalam perencanaan khusus
- untuk mendorong pelaksanaan kegiatan
- untuk dijadikan dasar dalm mengambil tindakan koreksi dan pengawasan
Strategi Pemasaran
Strategi
Pemasaran ada tiga, yaitu :
- memilih konsumen yang dituju
- mengindentifikasi keinginan konsumen
- menentukan marketing mix
Merumuskan
Rencana Pemasaran, mengembangkan rencana tertulis dalam bentuk sasaran,
anggaran, penentuan tugas. Setelah itu baru dibuat keputusan – keputusan
dibidang pemasaran, produksi, keuangan dan personalia.
Masalah
pokok dalam pengembangan rencana pemasaran, yaitu :
a. target
penjualan, ditetapkan berdasarkan analisa, untuk itu perlu diadakan alokasi
target penjualan pada daerah penjualan dan masing – masing salesman dengan
memperhatikan penjualan masa lampau serta perkiraan potensinya
b. anggaran
pemasaran, biasanya ditetapkan berdasarkan suatu persentase dari target
penjualan. Perusahaan perlu menganalisa tugas pemasaran yang akan dilaksanakan
untuk mencapai suatu tingkat penjualan tertentu (market share). Kemudian
menetapkan besarnya biaya yang diperlukan pada masing – masing tugas tersebut.
c. alokasi
marketing mix, menetapkan bagaimana cara mengalokasi anggaran pemasaran suatu
produk ke berbagai alat pemasaran, seperti periklanan, promosi penjualan dan
personal selling
d. penetapan
harga, perusahaan harus menetapkan harga dan daftar harga sebelum diberikan
potongan serta penghargaan. Bagian pemasaran perlu mempertimbangkan tiga elemen
yang terdapat pada perkiraan, yaitu : tingkat, saat dan sifat juga harus
mempertimbangkan factor biaya dan persaingan dalam menetapkan harga yang
direncanakan
e. alokasi
anggaran pemasaran pada produk, biasanya perusahaan tidak hanya menghasilkan
satu macam produk tetapi beberapa macam, maka perlu menentukan produk mana yang
memerlukan tambahan anggaran pemasaran dan produk mana yang perlu dikurangi
anggarannya. Untuk itu maka perusahaan perlu mempertimbangkan beberapa faktor,
yaitu : jumlah produk line, banyaknya produk mix, jenis produk yang mempunyai
permintaan cukup banyak dan jenis produk yang permintaannya sedikit.
Organisasi Pemasaran
Struktur
organisasi pemasaran masing-masing perusahaan berbeda-beda tergantung dari luas
perusahaan atau kompleksitas pasar yang dikuasainya. Sebuah organisasi
perusahaan mempunyai pelaksana pimpinan sebanyak enam orang untuk enam bidang
utama dengan tingkatan yang sama, yaitu pemasaran, produksi, keuangan, riset
dan pengembangan, personalia dan pelayanan konsumen (customer service). Secara
langsung mereka bertanggung jawab pada direktur. Wakil direktur pemasaran
membawahi kegiatan-kegiatan seperti :
- periklanan, mengelola program periklanan sehari – hari baik menyangkut produk yang ada atau produk baru
- promosi, mengelola program promosi secara keseluruhan untuk produk yang ada atau produk baru
- produk, mengelola program pemasaran sehari – hari menyangkut produk yang ada. Penjualan, mengawasi seluruh tenaga penjualan, pergudangan, pengangkutan dan persediaan barang yang dibutuhkan pembeli
- system informasi pemasaran, merupakan pusat pengumpulan data baik menyangkut produk baru atau produk yang ada termasuk kegiatan riset dan pengembangan
- departemen produk baru, mengkoordinir kegiatan – kegiatan tentang penemuan dan pembuatan produk baru
Penerapan Pengendalian Pemasaran
Rencana
merupakan pedoman yang baik untuk selalu memperkirakan cara – cara
pelaksanaannya untuk jangka waktu tertentu. Salah satu fungsi pokok manajer
adalah perencanaan, pelaksanaan / penerapan dan pengawasan / pengendalian.
Manajer juga perlu mengadakan pengawasan kemampuan mendapatkan laba dengan cara
menguji kemampuan mendapatkan laba dari berbagai macam produknya,
pasarnya, daerah pemasarannya dan saluran distribusinya.
Proses
pengawasan yang harus dilakukan manajemen ada tiga tahap, yaitu :
- mengetahui apa yang terjadi, manajemen dapat membandingkan antara hasil riil dengan rencananya, sehingga dapat ditentukan ada atau tidak ada penyimpangan
- mengetahui mengapa hal tersebut dapat terjadi, menyangkut beberapa alas an tentang dicapainya suatu hasil
- menentukan tindakan selanjutnya, merencanakan program untuk periode mendatang dan merencanakan kegiatan – kegiatan untuk memperbaiki kondisi yang kurang baik
Strategi Pemasaran
Perbedaan
antara strategi, taktik dan tujuan, adalah :
- Tujuan perusahaan adalah memberikan kepuasan kepada pembeli dan masyarakat lain dalam pertukaran untuk mendapatkan sejumlah keuntungan
- Strategi adalah suatu rencana yang diutamakan untuk mencapai tujuan tersebut. Strategi pemasaran memerlukan keputusan – keputusan dari manajemen tentang elemen – elemen dari marketing mix perusahaan. Strategi bersifat lebih permanen
- Taktik adalah tahap – tahap atau langkah – langkah tertentu yang dipakai untuk melaksanakan strategi. Taktik pemasaran hanya merupakan program tertentu untuk jangka pendek saja yang memerlukan keputusan – keputusan marketing mix. Taktik dapat diganti bila dianggap kurang memuaskan
Dalam
strategi penetrasi pasar, perusahaan berusaha memenuhi kebutuhan pasar
yang ada dengan produk yang ada. Salah satu cara yang efektif, yaitu dengan
menawarkan harga lebih rendah secara terus – menerus, atau menggunakan program
periklanan khusus. Pasar yang ada juga dapat dimasuki dengan cara me –
reformulasikan produk – produk yang ada supaya kondisinya lebih baik.
Strategi
penggantian mencoba untuk meningkatkan penjualan dengan menawarkan produk –
produk baru yang mempunyai karakteristik lebih baik kepada pembeli. Sedangkan
perluasan produk line diterapkan untuk menguasai saluran distribusi dengan
menawarkan pilihan yang lebih banyak kepada konsumen.
Strategi
pengembangan pasar berkaitan dengan peningkatan penjualan dipasar yang baru,
yaitu dengan mendapatkan pembeli baru untuk produk yang ada. Strategi perluasan
pasar dilakukan dengan mengubah produk yang ada untuk menarik pembeli baru. Dan
strategi diferensiasi produk berusaha mencapai pembeli baru dengan memperluas
golongan barangnya. Strategi diversifikasi berusaha memasuki kelompok pembeli baru
dengan menghantam jalur bisnis yang baru lebih dulu. Tahap pertama dalam
perumusan strategi pemasaran adalah menentukan konsumen tertentu yang dituju.
Tahap kedua dalam perumusan strategi pemasaran adalah penentuan. Tahap ketiga
adalah menentukan marketing mix.
Pengembangan Strategi Pemasaran
Tujuannya
merupakan suatu pernyataan, kemana perusahaan akan pergi, sedangkan strategi
merupakan cara umum yang akan ditempuh untuk mencapai arah tujuan tersebut. Ada
lima konsep yang mendasari suatu strategi pemasaran. Yaitu :
a. Segmentasi
pasar merupakan dasar untuk mengetahui bahwa setiap pasar terdiri atas beberapa
segmen yang berbeda – beda, misal kebutuhan yang berbeda, pola pembelian yang
berbeda atau tanggapan yang berbeda terhadap berbagai macam penawaran. Setiap
segmen pasar mencerminkan kesempatan yang berbeda – beda, sehingga perusahaan
tidak dapat mencapai pasar dengan memuaskan semua pembeli.
b. Sebagai
dasar dari Strategi pemasaran adalah penentuan posisi pasar (market
positioning). Perusahaan berusaha memilih pola konsentrasi pasar khusus yang
dapat memberikan kesempatan maksimum untuk mencapai tujuan, setelah memperoleh
posisi tertentu di pasar. Untuk mencapai posisi yang kuat perusahaan harus
dapat memasuki segmen pasar yang menghasilkan penjualan serta tingkat laba yang
paling besar. Dalam penentuan posisi pasar terdapat dua macam strategi, yaitu :
- konsentrasi segmen tunggal, merupakan strategi yang dapat ditempuh perusahaan jika ingin mempunyai posisi yang kuat pada satu segmen saja
- konsentrasi segmen ganda, merupakan strategi dimana perusahaan menginginkan posisi yang kuat dalam beberapa segmen. Pencapaian segmen pasar yang satu dilakukan bersama – sama dengan pencapaian segmen pasar yang lainnya.
c. Yang
mendasari Strategi pemasaran adalah menentukan bagaimana memasuki segmen pasar
yang dituju. Ada tiga cara untuk memasuki segmen pasar yang dituju, yaitu :
- membeli perusahaan lain, merupakan cara yang paling mudah dan cepat untuk memasuki pasar, karena perusahaan yang dibeli sudah mempunyai pasar tertentu. Sehingga dapat menghindari proses pengujian yang mahal dan waktu yang lama.
- berkembang sendiri, perusahaan menggangap bahwa posisi yang kuat hanya dapat dicapai dengan menjalankan riset dan pengembangan sendiri
- kerjasama dengan perusahaan lain, sehingga resiko ditanggung bersama dan dapat saling melengkapi atau menutup kekurangan yang ada
d. Pengembangan
strategi pemasaran adalah menetapkan bentuk penawaran pada segmen pasar
tertentu, yaitu dengan marketing mix. Jadi perusahaan tidak hanya sekadar
memilih kombinasi yang terbaik saja, tetapi juga harus mengkoordinasikan
variabel – variabel marketing mix, yaitu :
- produk, mencakup penentuan bentuk penawaran secara fisik, merk, pembungkusan, garansi dan service sesudah penjualan. Pengembangan produk dapat dilakukan setelah menganalisa kebutuhan dan keinginan pasarnya
- harga, menentukan harga pokoknya berdasarkan biaya, keuntungan, praktek saingan dan perubahan keinginan pasar
- distribusi, meliputi aspek :
a. sistem transportasi perusahaan,
meliputi pemilihan alat transport, penentuan jadwal pengiriman, penentuan rute
yang ditempuh
b. system penyimpanan, meliputi
menentukan letak gudang, jenis peralatan yang dipakai
c. pemilihan saluran distribusi,
meliputi penggunaan penyaluran (pedagang besar,pengecer, agen dan makelar),
dan bagaimana menjalin kerjasama dengan penyalur.
d. promosi, meliputi kegiatan –
kegiatan :
- periklanan, meliputi pemilihan media, penentuan bentuk iklan dan pesannya
- personal selling, meliputi penarikan, pemilihan, latihan, konpensasi dan supervise
- promosi penjualan, mengadakan pameran, peragaan, demonstrasi, contoh – contoh dan sebagainya
- publisitas, merupakan kegiatan yang hampir sama dengan periklanan dan biasanya dilakukan tanpa biaya
e. Penentuan
waktu. Perusahaan telah menemukan kesempatan yang baik, menetapkan tujuan dan
pengembangan strategi pemasaran, ini bukan berarti perusahaan dapat segera
beroperasi. Perusahaan perlu menentukan waktu yang tepat untuk melaksanakan
program – program pemasarannya. Perusahaan dapat mengalami kegagalan dalam
mencapai tujuan apabila bergerak terlalu cepat atau terlalu lambat.
sumber :
http://t1k4r.wordpress.com/2009/10/17/proses-manajemen-pemasaran/
Proses manajemen pemasaran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar